Secarik kertas pesan untuk tuan

Ta’aruf bukanlah perkara sederhana. Lahir sebagai komitmen dalam hati yang didukung dengan keselarasan perbuatan. Jikalau belum mampu, maka berpuasalah. Jangan pernah mencoba untuk merasakannya. Hati itu lemah, kawan. Mudah terbolak balik. Jangan kau bermain-main dengannya. Syaitan itu maha penggoda, teman. Jangan biarkan ia melemahkan hatimu dan merendahkan izzahmu.

Nampak eloklah bagi syaitan ketika kita mengizinkan hati ini merasakan rasa yang belum seharusnya kita rasakan. Itu berat, sobat. Kau tak akan kuat!

Apatah lagi para puan. Yang didominasi oleh perasaan. Kala terjebak dalam ruang imajinasinya dan setumpuk harapannya, lalu ia dapatkan kenyataan tak sejalan dengan impiannya, maka terpukullah batinnya.

Wahai tuan! Jangan kau menebar perhatian ke banyak puan. Karna puan itu telah ingin menjaga hatinya dari segala prasangka. Jangan lemahkan ia. Sesungguhnya ia sudah lemah.

Wahai tuan! Jagalah hati hati para puan. Kau tak tau seberapa kuat ia menjaga hatinya dari segala yang di luar nalar. Jangan kau goda dengan sapaan semu.

Tak perlu kau menyapanya hanya untuk memastikan dia baik-baik saja. Karna Allah adalah sebaik-baik penjaga. Tak perlu kau mencari cari kesempatan untuk berbincang dengannya. Biarkan dia kuat tanpa bayang semu.

Wahai tuan! Do’akan ia saat kau dalam munajat. Temui ia saat kau telah siap. Nikahi ia di saat yang tepat. Dan ku yakin puan itu akan menjadi sahabatmu dunia akhirat.

Advertisements

Secercah Harap untuk Ramadhan

1 Ramadhan/26 Mei 2017

Malam ini ialah malam pertama bulan Ramadhan di tahun ini. Bakda sholat tarawih dengan tiba-tiba rasa sedih dan takut menyeruak dalam hatiku. Hingga tetes air mata ini jatuh tak tertahan pada rakaat rakaat terakhir witirku dan menjadi semakin deras saat sujud terakhir hingga ku panjatkan dan kugantungkan segala kekhawatiranku dalam bentuk do’a kepada Sang Maha Pemilik Segala. Aku takut segala ibadah dan amalan tak terhitung dihadapNya. Aku takut segala lalai membuat Engkau murka dan menjauhiku.

Tuhan, ada rasa bahagia ketika kau sampaikan jiwa ini pada awal Ramadhan. Tak ubahnya seperti anak kecil yang merengek meminta permen dan akhirnya ia dapat merasakan manisnya. Mungkin seperti itu pula rasa bahagia yang tak dapat ku ungkapkan saat jiwa ini benar benar telah kau pertemukan dengan 1 Ramadhan. 

Ya Rabb…terima kasih atas segala kesempatan yang masih Engkau berikan kepada diri ini untuk dapat menemui bulan Haram, bulan pengampunan, bulan tarbiyah, bulan Shiyam, bulan Qiyam, bulan yang penuh dengan RahmatMu.

Ya Rabb…jadikan aku hambaMu yang mampu mengoptimalkan setiap hembus nafas yang masih terizinkan untuk beritme di bulan ini. Jauhkan aku dari segala dunia yang membuatku lalai menghambakan diri kepadaMu. Ya Rabb…ampuni aku untuk setiap janji yang tak bisa ditepati, untuk setiap janji yang belum bisa terpenuhi, untuk setiap kata tersampaikan namun belum mampu ku lakukan. Ya Rabb…janganlah Engkau murkai aku karena segudang kelalaianku terhadapMu. Aku yang kembali melakukan dosa dosa kepadaMu yang bahkan mungkin belum terhapuskan dosa yang lalu.

Ya Rabb…jikalau tulisan ini mampu menjadi wakilku untuk bermuhasabbah kepadaMu, maka jadikan setiap hurufnya sarat akan hikmah. Ya Rabb…jika ini Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah Ramadhan ini pelebur segala dosa dosa yang telah ku lakukan. Jikalau ini Ramadhan terakhirku, mampukan aku untuk selalu dekat denganMu. Jikalau ini Ramadhan terakhirku, perkuat bahu ini untuk memikul amanah dariMu, untuk berdakwah dijalanMu, untuk menegakkan syariatMu, untuk meninggikan panji-panjiMu. Jikalau ini Ramadhan terakhirku jadikan bulan ini menjadi penyucian jiwaku sebelum kembali kepadaMu. Jikalau ini Ramadhan terakhirku, bantulah aku untuk menjadi syafaat bagi kedua orang tuaku dan saudara-saudaraku kelak di yaumil hisab.

Rasanya tak ingin aku terlalu sibuk bersama dunia. Terkadang aku inginkan menyendiri untuk sekedar mampu bermunajat berdua hanya denganMu, berbicara denganMu, bercerita kepadaMu hingga tergantung segala harap dan do’a hanya kepadaMu, Dzat Yang Maha Meng-Iradat. Terkadang aku merasa penat dengan dunia dan segala sandiwaranya.

Ya Rabb…aku tau aku bukanlah siapa-siapa di mataMu. Aku belum mampu menjadi hamba-hamba terbaikMu. Masih terlalu banyak cacat dalam jiwa dan raga ini. Masih terlalu awam diri ini akan ilmuMu. Tapi aku yakin akan kebesaranMu ya Rabb. Aku yakin tak ada do’a dan harap yang terlalu besar untukMu. Izinkan aku, hambaMu yang berlumur dosa ini, mengharap ampunan, ridho dan rahmatMu untuk menjalani sisa sisa kehidupanku. Biarkan aku menangis di setiap sujud dalam sholatku, di setiap harap dalam do’aku. Mardhotillah Ya Rabb…Jikalau ini Ramadhan terakhirku, jadikan ini Ramadhan terbaikku.


HambaMu yang berharap CintaMu.

-catatanqeela-

Mau sharing hasil koleksinya temen. Semoga manfaat mommies ๐Ÿ˜˜
Oiya para bunda..biar si kecil semakin semangat dan menikmati bulan Ramadhan nya yg penuh berkah ๐Ÿ˜
Saya jd teringat punya

resume daftar link2 nya bwt nambah stok ide dan inspirasi bunda bwt program aktifitas ramadhan bg si buah hati 
(hemat waktu browsing & bs disesuaikan dg rentang usia anak) ๐Ÿ˜Š
Semoga bermanfaat..dan semoga Ramadhan ini kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan..amiin yra
Here they are: 
๐Ÿ•‹ Preschool Ramdaan activity book-
http://amuslimchildisborn.blogspot.co.uk/2011/07/ramadan-activity-book-for-kids.html?m=1
 ๐Ÿ•‹ 49 ways to get children involved in Ramadhaan-
 http://modestmunchies.com/49-ways-to-get-kids-involved-in-ramadan/
๐Ÿ•‹ 30 days of good deeds for a Ramadhaan jar-
 http://intheplayroom.co.uk/2015/06/09/30-days-of-good-deeds-for-a-ramadan-jar/
๐Ÿ•‹ Ramadhaan colouring pages
 http://intheplayroom.co.uk/2015/07/01/ramadan-colouring-pages/
๐Ÿ•‹ 30 day Ramadhaan activity. An activity a day. A word from the Qur’aan
 http://parenthoodmuslimstyle.com/ramadan-30-day-activity-lets-find-a-word-in-the-quran/
๐Ÿ•‹ 30 days of kindness free printable
 http://www.sandinmytoes.tk/2015/06/ramadan-kindness-calendar-free-printable.html?m=0
๐Ÿ•‹ Daily salaah chart
 http://multiculturalkidblogs.com/2015/06/26/islamic-daily-salat-prayer-chart-tutorial/
๐Ÿ•‹ Masjid collages 
 http://www.karimascrafts.com/2013/07/mosque-collage-30-days-of-ramadan-crafts.html?m=1
๐Ÿ•‹ Ramadhaan calender ideas
 http://intheplayroom.co.uk/2015/06/19/ramadan-decorations-and-calendars/
๐Ÿ•‹ Mosque Silhouettes (cutting and sticking activity)
 http://intheplayroom.co.uk/2013/06/17/cutting-sticking-masjid-pictures/
๐Ÿ•‹ How to make date pops (Healthy treat for the kids)
 http://www.karimascrafts.com/2014/07/date-pops-recipe.html?m=0
๐Ÿ•‹ Du’aa cards- printable
 http://www.amuslimhomeschool.com/2014/03/selected-supplications-from-hisnul.html?m=1
๐Ÿ•‹ Printable Ramadhaan board game
 http://www.amuslimhomeschool.com/2015/06/printable-ramadan-board-game.html?m=1
๐Ÿ•‹ Juzz ‘Amma workbook (printable)
 http://www.amuslimhomeschool.com/2014/03/new-download-links-for-juz-amma-workbook.html?m=1
๐Ÿ•‹ Du’aa posters
 http://www.mini-mumin.com/Downloads.html 
๐Ÿ•‹ Ramadhaan sight word work (There are many others on the site)- 
 http://amuslimchildisborn.blogspot.co.uk/2016/05/ramadan-sight-word-work-mat-moon.html?m=1
๐Ÿ•‹ Ramadhaan game
 http://amuslimchildisborn.blogspot.co.uk/2015/06/three-ramadan-games.html?m=1
๐Ÿ•‹ 5 pillars of Islaam workbook (preschool)
 http://amuslimchildisborn.blogspot.co.uk/2015/05/the-five-pillars-of-islaam-kindergarten.html?m=1
๐Ÿ•‹ Ramadhaan matching bunting, cards and cake toppers
 http://www.amuslimhomeschool.com/2015/07/matching-printable-eid-mubarak-bunting.html?m=0
๐Ÿ•‹ Ramadhaan good deed tree
 http://www.amuslimhomeschool.com/2012/07/this-years-ramadan-good-deed-tree.html?m=0
๐Ÿ•‹ Ramadhaan date gift idea-

 

http://www.amuslimhomeschool.com/2011/07/cute-ramadan-date-gift.html?m=0

                                          cc= ummu Hania

Ajari aku menangis, Tuhan

by: catatanqeela
Ajari aku menangis, Tuhan 

Untuk setiap lisan yang menyakiti

Ajari aku menangis, Tuhan

Untuk setiap mata memandang yang haram

Ajari aku menangis, Tuhan

Untuk setiap telinga yang lebih suka mendengar aib

Ajari aku menangis, Tuhan 

Untuk kedua tangan yang lebih ringan melakukan mudhorot

Ajari aku menangis, Tuhan

Untuk setiap langkah ke tempat yang tak Kau ridhoi
Ajari aku menangis, Tuhan

Saat setiap amal yang menjadi compang

Ajari aku menangis, Tuhan

Saat setiap sholat yang tak khusyuk

Ajari aku menangis, Tuhan

Saat setiap niat yang tak lagi lurus

Ajari aku menangis, Tuhan

Saat harap tak sesuai syariatMu
Ampuni aku, Tuhan

Atas setiap dosa yang sering aku perbuat

Ampuni aku, Tuhan

Atas setiap hati yang terkotori

Ampuni aku, Tuhan

Atas setiap khilaf yang diperbuat
Faghfirlii, Ya Robbi 

Atas 25 tahun yang belum berarti untukMu

Faghfirlii, Ya Robbi 

Atas amanah yang belum dan tidak terlaksana

Faghfirlii, Ya Robbi…

โ€‹Inna Fatahna Laka Fatan Mubina

Ini negeri Jakarta
Negerinya Para Wali

Negerinya Para Ulama

Negerinya Para Mujahid
Ini negeri kecintaan Majelis Wali Agung

Negeri yang penuh Waliyulah di Lima Penjuru

Negeri yang penuh akan kisah perlawanan

Negeri yang tidak pernah senyap dari perjuangan
Ini Negeri dicintai Timur dan Barat

Negeri yang dipuja Raja raja besar

Negeri yang dirindu semua bangsa

Negeri yang dijaga para Sultan
Ini negeri dengan seribu Adzan

Negeri dengan seribu Masjid

Negeri dengan seribu Majelis

Negeri yang dipenuhi Mutiara Ahlul Bait
Ini negeri tempat berkumpulnya ahli ilmu

Negeri yang tidak pudar akan Nur Ilahiahnya

Negeri yang banyak dikunjungi Ahli Hikmah

Negeri yang bertabur dengan khazanah peradabannya
Ini negeri yang tidak pernah runtuh

Negeri yang masih kukuh dalam kurungan kemegahan

Negeri yang masih tegak menantang melawan kemaksiatan

Negeri yang tidak pernah tunduk terhadap kezaliman
Sejengkal tanah pantang kami berikan

Seonggok tanah wajib kami jaga kehormatannya
Negeri kami adalah tanah yang diberkahi

Di dalamnya terpancarkan jutaan doa
Negeri kami negeri Fathan Mubina

Hari Mulia kelahirannya

Pekik Takbir merebutnya

Sholat Tahajud Ilhamnya
Paringgi kami runtuhkan

VOC kami batasi di pinggir laut

Belanda kami pukul di pedalaman

Jepang kami kurung di semua Front
Inna Fatahna Laka Fathan Mubina

Surat Al Fath 48 Ayat 1 landasannya

Janji Allah memberikan kemenangan

Kemenangan yang nyata dan diberkahi
Tanah kami terusik

jiwa kami berontak

dada kami bergemuruh

Melihat Fathan Mubina terluka
Fathan Mubina Namamu selalu menggetarkan

Fathan Mubina namamu menembus relung hati

Fathan Mubina namamu merobohkan kesombongan

Fathan Mubina namamu merajut jiwa keberanian
Boleh saja mereka menindas kami

boleh saja mereka menistakan kami

boleh saja mereka melecehkan kami

Tapi jangan pernah sekali kali mereka menghina Fathan Mubina

Karena disana ada kitab Suci yang bersemayam di ruh dan jiwa kami

Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

FATHAN MUBINAโ€ฆ..Kemenangan Yang Nyata menantimu

Copas dr FB Aldila

Do’a Kami

Malam menjelang *Perang Badar* Rasulullah SAW berdoa:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ ุชูู‡ู’ู„ููƒู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุนูุตูŽุงุจูŽุฉูŽ ู„ุง ุชูุนู’ุจูŽุฏู’ ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู 

Allahumma in tuhlika hadzihi al-โ€˜ishabata la tuโ€™bad fi al-ardhi

โ€œYa Allah, sekiranya Engkau binasakan kelompok yang tersisa ini (dalam Perang Badar), maka Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi.โ€ [Dikeluarkan Ibn Mundzir, al-Ausath fi as-Sunan]

Doa ini dipanjatkan di tengah pekatnya malam. Rasul mengulang-ulang dengan khusyuโ€™ sambil menangis, hingga tubuh beliau bergetar.

Ya Allah ya Robb,  saat ini kami, hamba2Mu yg beragama Islam di DKI Jakarta tengah menghadapi situasi nyaris serupa dengan RasulMu dan para sahabatnya yang mulia menjelang perang badar. Kualitas iman dan ketaatan kami kepadaMu memang sangat jauh dibandingkan mereka.

Namun ya Robb,  izinkan kami melantunkan doa yg sama. Jika Engkau tdk tolong kami hari ini, maka masa depan Islam dan ummatnya di Jakarta, bahkan di seluruh Indonesia, akan terancam. Mungkin akidah  kami dan anak cucu kami bakal tergadai, mungkin Islam dan ummatnya akan semakin dizalimi, dan tdk mustahil dalam beberpa tahun ke depan kami akan jadi minoritas dan makin tertindas.

Ya Allah Yang Maha Perkasa,  di tanganMu lah tergenggam seluruh kekuatan dan kekuasaan. Kami mohon hancurkanlah kekuatan dan kekuasaan musuh2, porak porandakan strategi mereka, hancurkanlah pertahanan mereka, binasakanlah kekuasaan mereka.

Ya Allah ya Robb,  kami benar2 tidak berdaya. Sementara mereka memiliki dana, kekuasaan, birokrasi, media, dan lainnya. Kami hanya memiliki Engkau ya Allah. Maka kami pasrahkan diri dan nasib kami KepadaMu ya Robb. Tolong lah kami, agar Islam tetap bercahaya di Jakarta dan Indonesia.

Hanya kepadaMu kami menyembah, hanya KpdMu pula kami mohon pertolongan.  Tolonglah kami ya Allah,  dengarkan dan kabulkanlah doa kami. Aamiin ya robbal ‘alamiin…

Fatamorgana Menjadi Nyata

Malam itu telah berlalu. Telah habis waktu untuk sejenak memejamkan mata. Lalu kau kembali berjalan. Menyusuri padang pasir nan luas seorang diri. Ya, seorang diri. Sekuat hati kau tegakkan kembali tulang-tulang kakimu untuk berjalan bahkan berlari.

Langkah demi langkah yang meninggalkan jejak di atas pepasiran itu, menjadi bukti bahwa kau tak pernah berhenti. Menjadi arti bahwa kau selalu meniti. Jalan onak penuh duri, meski seorang diri. Dalam hatimu, hidup satu kepercayaan yang entah dari mana munculnya. Bahwa segalanya akan menjadi indah pada waktu yang tepat.

Lagi lagi dan lagi kau masih terus belajar tentang arti kesabaran dalam penantian panjang. Membiarkan masa lalu menjadi serpihan serpihan hikmah. Memulai mencipta masa depan dengan bongkahan bongkahan cita. Menguatkan detak detak hati dengan kekuatan Illahi. 

Meski kau temui fatamorgana malam itu. Meski hatimu belum sepenuhnya pulih. Meski masih tertinggal rasa itu, biarlah semua menjadi catatan sejarah tentang ‘rasa yang pernah ada’. Kau buka kembali kitab magic itu. Syair syair para pendahulu yang mampu membangunkan kembali semangat juang. 

Bait demi bait yang terlantun lembut mampu membuat wajahmu kembali tegak dan membuat matamu berbinar. Ntah apa yang kau lihat di depan sana. Kau bilang, kau hanya percaya pada takdirNya. Lalu senyummu mulai merekah bersama untaian harap dalam do’a. Berharap fatamorgana itu sirna dan berubah menjadi nyata.

#fiksi #catatankecil #catatanqeela #ceritasorehari #ceritapendek #fatamorgana #tentangcinta 

FATAMORGANA

Hari berselimut malam. Nampak indah berjuta bintang bersinar di penjuru langit itu. Masih tentang kamu. Yang kemarin menangis tersedu bersandar dinding tanpa hias. Rupanya malam ini masih menjadi catatan kelabu dalam harimu.

Kau yang awalnya ingin mencoba mengobati rindu itu, namun nyatanya tak jua terobati. Terdiam sejenak. Lalu memandang kosong sekitaran. Banyak hal indah yang menyejukkan mata. Sayangnya tak ada satu pun yang menyejukkan hatimu.

Indah namun tak mampu dimiliki. Terlihat menenangkan namun nyatanya menggoreskan luka. Luka yang menyayat dan bahkan tidak kau lihat. Ntah apa yang terjadi. Kau bahkan tak mengerti. Saat segala harap yang kau impi jadi nyata, namun nyatanya hanya semu.

Laksana seorang pengembara di tengah teriknya gurun pasir. Saat itu lelah menggelayuti tubuhmu. Haus mengeringkan tenggorokanmu. Engkau seolah melihat ada mata air penyejuk di kejauhan. Mata air yang berpuluh tahun engkau nantikan. Tapi setelah kau dekati, semua itu masih semu. Fatamorgana! Nyata semunya!

Itu berarti engkau masih harus kembali berjalan dengan haus yang menyerangmu. Entah berapa lama lagi. Dari sini kau belajar bahwa saat segala harap tak jua menjadi nyata, kau masih harus belajar tentang arti kesabaran.

(to be continued)

FANA

Ada rasa yang menyeruak hebat. Membersamai awan mendung sore itu. Secepat kilat segala kenang menghujani pikirannya. Dia bahkan tak mengerti karena semua terjadi tiba-tiba. Sejenak langkahnya terhentak. Berusaha memadu alunannya dengan irama rintik hujan yang membasahi kota itu. Baginya, yang tak pernah melepas tapak kaki, kota itu rumit. Serumit masa lalu yang sulit dihembuskan bersama angin. Tak peduli terpaannya yang besar, kenangan itu tetap melekat kuat dalam ingatannya.

Dalam hening, ia mencoba kembali merangkai serpihan hati yang dulu pernah terurai. Berusaha menemukan titik baru. Merajut asa dan impi yang baru. Namun, seketika air matanya membanjiri pipi chubbynya. Oh, malang nian nasibmu jelita. 

Kau masih menahan tangismu sengaja di sudut ruang itu. Seolah tak ingin ada yang tahu betapa rapuhnya hatimu. Duduk bersandar dinding yang dingin. Polos tanpa hias dan kata. Dingin seperti salju. Melipatkan kakimu ke dekat dada. Menyilangkan tanganmu ke atasnya. Lalu kau menunduk dengan segala tetes air mata.

Lidahnya kelu. Geraknya sendu. Hingga terisak dalam dibawah terpaan hujan. Namun hujan itu tak jua mampu menghanyutkan kesedihan yang menggelayuti hatinya. Sekujur tubuhmu kuyub. Kau tak peduli. Tangisan hatimu jauh lebih memekikkan dibanding tangis lisanmu. Menangislah duhai jelita. Hingga tangis itu lelah menyelimutimu. 

Kau tau? Dunia ini begitu fana! Tak ada yang dapat kau harapkan darinya. Selain cinta dari Sang Pencipta. Sabarlah sayang. Kelak kau akan melihat indahnya pelangi setelah hujan lebat. Dan saat itu kau akan menikmati indahnya paduan warna dalam hati yang tenang dan bahagia.

SEKOLAH BISNIS-INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Disini, saya mulai kembali merangkai mimpi

Disini, saya banyak menemukan pengalaman berharga

Disini, saya bertemu dengan berbagai orang-orang hebat dari dalam dan luar negeri

Disini, saya belajar mengasah otak kanan. Menjadi lebih krearif dan fleksibel

Disini, saya belajar bersyukur tentang hidup dan seisinya

~Institut Pertanian Bogor~

Sebuah nama yang terlalu indah untuk dilewatkan

Karena ia telah menempaku selama 6 tahun lebih lamanya

Terlalu banyak sejarah dan hikmah yang berasal darinya

Tak hanya cerita tentang dunia fana, namun juga cerita di dunia abadi

~Sekolah Bisnis-IPB~

Sebuah tempat menuntut ilmu yang aku telah mimpikan sejak duduk di bangku sarjana

Sebuah tempat yang tak pernah aku bayangkan dapat ter-aamiin-i secepat ini

Hal ini membuatku semakin percaya, bahwa Tuhan memiliki catatan indah untuk setiap hambaNya. Kau, juga aku

Meski tak ku pungkiri banyak juga cerita menyedihkan hingga menyakitkan yang dialami di dalam sana

Tapi semua itu membuat sejarah tentang hidupku menjadi lebih berwarna. Lebih bermakna

Tak cukup rasanya aku menuliskan segalanya tentang kamu. Karna aku telah jatuh cinta sejak pertama kali aku mengenalmu

Aku terlalu sulit melepaskan galeri ilmu yang ada didalammu

Dosen-dosen terbaik yang selalu menginspirasi dan mendidikku dengan hati

Aaah…rasanya nano-nano sekalii

.

Rasanya aku jatuh cinta dengan nama itu

.

.

Institut Pertanian Bogor

-terima kasih atas segala cinta dan cerita-

💞💟💞💟💞